Selasa, 17 Juli 2012

Ketika Cantik Bukanlah Prioritas

BLOGdetik kembali menggelar lomba blog yang spektakuler. kembali bekerja sama dengan LPPOM MUI kali ini dengan menggandeng wardah sebagai produk kosmetik yang mendapatkan sertifikasi halal pertama kali di Indonesia dalam rangka untuk mensosialisasikan Halal Is My Life. Dengan ini menyatakan bahwa saya sebagai blogger pemula yang menghargai apresiasi seni dalam bentuk tulisan mengikuti lomba blog ini. ketika saya mengikuti lomba blog ini, maka saya berharap semoga tulisan ini bermaanfaat isinya untuk pembaca sekalian. selamat membaca tulisan dengan bertemakan"

“Mempercantik Diri dengan Kosmetika Halal

 
Cantik itu relatif dan setiap orang, baik itu laki-laki maupun perempuan tentu punya sudut pandang tersendiri mengenai definisi cantik. Ketika media secara visual dengan nyata menyebutkan cantik dengan patokannya ialah perempuan dengan kulit putih,langsing, dan tinggi semampai, tentu menurut saya tidak. Khususnya  ketertarikan laki-laki terhadap perempuan tetap personal sifatnya. Saya yakin, ada sebagian kaum  adam yang tidak tergoda dengan penampakan luar bak model pesohor dunia itu. Masih banyak pria yang mengutamakan baik perangainya, lembut tutur katanya, juga taat kepada agamanya.
ini analogi yang hanya sekedar logika ya:
  1.  Wanita cantik fisiknya, sholehah
  2. Wanita biasa saja fisiknya, sholehah
  3. Wanita cantik fisiknya, tidak sholehah
  4. Wanita biasa saja fisiknya, tidak sholehah.

Untuk wanita yang pertama, tentu merupakan idaman siapapun laki-laki, dan tentu sangat langka, melihat Allah akan selalu adil,dan selalu ada dua sisi yang bertolak belakang. Jadi,  ketika ada wanita cantik, maka setengahnya ada pula wanita yang biasa saja (tidak begitu cantik),dan stok wanita cantik ini terbatas. Anggap semua wanita cantik telah mendapat pasangannya jadi pilihannya berkurang. Pilihannya tinggal

  1.  Wanita biasa saja fisiknya,sholehah
  2. Wanita cantik fisiknya, tidak sholehah 
  3.  Wanita biasa saja fisiknya,tidak sholehah

Ketika laki-laki dihadapkan pada keaadaan  ini, sebagian besar akan memilih wanita biasa saja fisiknya, namun sholehah, kenapa? karena wanita adalah penentu masa depan anak-anaknya. Penentu perangai buah hatinya, dan laki-laki yang berpikir cerdas,tentu akan memilih wanita yang biasa saja fisiknya, namun sholehah. Ada pula sebagian laki-laki yang mengatasnamakan kecantikan pasangannnya, ia akan memilih wanita yang cantik fisiknya, untuk tidak sholehah sebagian laki-laki ini berpendapat bahwa dirinya sebagai pemimpin yakin bisa merubah istrinya menjadi sholeha. Dan pilihan terakhir wanita biasa saja dengan sifat-sifat buruk didalamnya (tidak sholehah), wallahu’alam siapa hendak memilih wanita seperti itu?. Hanya Allah yang berkehendak. Untuk para wanita, dan saya khususnya mari kita berusaha dan berdoa agar tidak masuk kedalam nominasi yang terakhir itu. Amin.Namun terlepas dari empat analogi tersebut, ingat kawan dengan analogi kehendak Allah atas sesuatu yang pasti (takdir), jodoh itu telah ada yang mengatur. secantik apapun seorang wanita, bahkan tingkat kesholehahannya setara dengan luasnya samudera dan tingginya gunung, jika Allah tidak berkehendak, maka jadilah atas ketidak berkehendak nya itu. Bisa jadi Allah sengaja menyiapkan jodoh nya bukan di dunia, bisa jadi pula Allah mencintai rintihan doanya seorang wanita cantik sholehah itu, sehingga doanya tidak di ijibah,sehingga jodohnya tak ditemukan di dunia. Sedangkan wanita biasa saja dengan perangai buruk di dalam nya, bisa jadi mudah mendapat jodoh atas segala yang dia mau. terkadang logika manusia berbanding terbalik memang, dengan logikanya sang maha pencipta. Sikap terbaik kita yang harus diteladani ialah selalu berpikir positif atas kehendaknya, lakukan segala apa yang Allah suka. InsyaAllah.                                

Terlepas dari keterikatan antara jodoh dan cantik yang mengawali artikel ini, yuk mari membahas tema secara garis besar. Mengaca dari patokan cantik versi media saat ini dengan putih, langsing, dan semampainya, saya tentu tidak masuk kategori, saya ialah wanita yang biasa saja. Sedangkan penilaian sholehah atau tidaknya diri saya, saya tidak bisa mengukurnya. Yang jelas semua wanita, termasuk saya berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi wanita yang sholehah. Selain berusaha menjadi wanita sholehah, wanita juga berusaha untuk menjadi wanita cantik. Tak jarang, banyak wanita yang menghalalkan segala cara demi impian cantiknya itu terwujud. Mulai dari pemakaian kosmetik, sampai ada pula wanita yang nekat untuk operasi plastik. Naudzubillah. Pada dasarnya wanita, entah karena dukungan naluriah, atau sekedar mengikuti teman-teman di sekitarnya ingin semaksimal mungkin untuk terlihat cantik, saya pun begitu karena umumnya wanita ingin terlihat, ingin diperhatikan, terutama ingin sekali mendapat pujian dari orang sekitar, ketika ia tampil dengan keadaan cantik. Ya itulah wanita. Tapi bukan berarti tindakan kita ini benar lho wahai wanita.
Jadi berkosmetik itu salah yah? Bolehkah wanita biasa saja contohnya saya, mempercantik dirinya? Bolehkah wanita yang cantik sekali semakin mempercantik dirinya? Tentu, semua wanita ber hak mempercantik diri asal tidak berlebihan dan niatkan di hati untuk tidak mendapat pujian, sekali lagi niatkan untuk tidak membuat para laki-laki lupa diri. Ketika berias diri, ingat lah tua kan datang menanti. Tua itu proses yang akan di alami, tidak terkecuali wanita cantik masa kini pun akan mendapati. Berorientasi pada pemikiran sederhana ini maka, upaya meraih gelar cantik pun menjadi sesuatu yang bukan prioritas tentunya. Bukan kebutuhan primer layaknya makan dan beribadah. 

Niatkan raga yang berupa tubuh dan wajah ini  tidak lebih dari titipan yang harus dirawat dan di jaga sebagaimana mestinya, bukan untuk dipamerkan dengan begitu bangga, ingat kawan, dunia sepenuhnya bukan milik kita,bahkan bagian terkecil pun di muka bumi ini telah ditandai label kepemilikannya oleh Allah aza wa jalla. Termasuk jiwa dan raga kita ini. Lihatlah  zaman begitu berbahaya, wanita sebaiknya mawas diri akan hal ini.  Lengah sedikit saja, wanita bisa jadi korban atas ulahnya sendiri akibat pamer kecantikan, dan aksi pajang tubuh yang begitu wah sekali di depan publik bisa saja hal yang tidak di inginkan terjadi. Kalau sudah begitu, siapa yang mau disalahkan atas kerusakan fisik dan moral yang sejatinya hanyalah titipan? Kosmetik? Media? Atau diri sendiri?

Saya tidak sedang menakut-nakuti untuk para wanita yang ingin tampil cantik lho, saya sekedar mengingatkan agar di saat kita tampil cantik, berkosmetik dengan yang halal, maka cantik nya pun halal. Jadikan cantik mu bukan prioritas untuk dipertontonkan, cukuplah orang-orang tertentu yang halal untuk melihatnya (ini menurut pribadi saya lho). Untuk tampilan di luar,menurut saya, ya biasa saja lah, tetap segar, terawat namun tidak menyilaukan mata bagi yang memandang. Dan kosmetik wardah pilihan saya. Kenapa? Let’s check this out.

Dulu sebelum wardah begitu meroket sebagai trend kosmetik dengan label halalnya, saya enggan membeli kosmetik apapun itu, khawatir tidak cocok, khawatir dengan bahan-bahan yang masih diragukan kehalalannya, dan kekhawatiran laiinnya. Namun setelah wardah muncul, rasa penasaran untuk berkosmetik mulai menelisik hati saya.

Alasan mengapa saya akhirnya memilih wardah

  • Teman-teman merekomendasikan wardah sebagai kosmetik muslimah sejati katanya. Ceilee “kesannya eksklusif banget nih kalo pake wardah” pikir saya Hihihi. Meski  seiring berjalannya waktu, produsen wardah telah berkembang menjadi produk yang di nikmati oleh kalangan lebih luas lho. Karena menurut wardah, cantik itu universal. Dan pengalaman wardah yang telah belasan tahun, menjadi pilihan wanita Indonesia, menjadikan wardah sebagai produsen yang selalu berinovasi menjawab segala kebutuhan wanita.
  • Pure and safe. Produk Wardah mengandung bahan baku yang aman dan halal, diciptakan untuk kenyamanan dan ketenangan wanita yang meggunakannya. Bagi saya penggunaan kosmetik yang halal itu penting. Bukan Cuma makanan yang masuk ke dalam perut yang mesti halal. Bagian di luar yang menempel di tubuh kita pun harus halal lho, maka pemakaian Kosmetik  sudah seharusnya dicermati dengan memilih produk yang halal. Mengapa? Bayangkan jika kosmetik tersebut mengandung, unsur dari binatang yang diharamkan oleh agama, melekat pada wajah,dan kulit tangan dan kaki kita,atau  bahkan saat berwudhu pun zat tersebut tidak hilang sepenuhnya karena zat tersebut telah meresap ke dalam kulit, menyatu dengan lapisan dermis. Maka, bagaimana dengan ibadah kita, sah kah??? Mengingat dengan persyaratan sahnya shalat yaitu “suci dari najis”, tentu ini tidak sah. Untuk itu jika kita akan shalat, maka harus dipastikan bahwa tidak ada lagi najis pada tubuh kita dan  pada tempat shalat kita. Jadi hindari pemakaian kosmetik yang beresiko mengandung najis (tidak halal). Memilih wardah sebagai solusinya, karena Wardah telah mengantongi label dari LPPOM MUI, sebagai kosmetika halal pertama di Indonesia. Upaya wardah pun, begitu selektif demi keamanan konsumen, misalnya sebelum product launching, adalah sebuah keharusan untuk Wardah mengadakan blind test agar produk yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan aman.

Ketika itu, saya langsung berencana untuk membeli produk wardah yang sekiranya memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Kesan pertama waktu liat stand nya di salah satu mall di kota bogor, wah, brand image nya Inneke koesherawati, duh cantiknya pas, make-upnya juga ndak menor tho,nampak alami. Inneke koesherawati pun salah satu alasan mengapa saya memilih wardah. She is inspiring woman for me.  Dengan mengucap basmallah, ku niati membeli kosmetik ini, sekali lagi, bukan untuk prioritas.  Alhamdulillah, ternyata wardah cocok sekali dengan diri saya, dalam artian ketika kulit mulai bersentuhan dengan zat yang katanya dapat menyihir wanita menjadi cantik, ternyata respon kulit saya tidak memberi aba-aba penolakan yang berarti, justru menikmati zat-zat yang terkandung di dalam wardah ini menuju pada manfaat yang tertera pada produk tersebut. Tiga Produk wardah yang saya pakai ialah Hydrogloss,moisturizer cream, dan compact powder

  • Hydro gloss,tertera tulisan pada kemasannya lipstick with soft colour also lip maintain all day with aloe vera,squalane, & vitamin E.  kenapa saya pakai ini? Bibir yang kerapkali kering karena pengaruh seharian bekerja di ruangan AC barangkali, menyebabkan bibir pecah dan berlanjut pada pikiran melemah akhirnya tidak fokus dalam bekerja (kalau pikiran melemah, sepertinya hanya sugesti sih). Nah, hydro gloss ini layaknya obat yang menyembuhkan. Layaknya air ditengah dahaga. Saat bibir saya telah dibuat nyaman dan tidak kering, tentu aktivitas di tempat kerja pun menjadi menyenangkan kembali.  
 
  • Moisturizer cream tertera pada kemasannya helps to misten and smothen your skin, pelembab buat muka. Bahan aktif yang terkandung yaitu microcollagen yang menyerap hingga lapisan sel kulit paling terdalam, membuat kulit saya nampak sehat, di tambah ekstrak olive oil, dan vitamin E sebagai antioksidan, begitu menyempurnakan produk ini. Nyaman sekali, tanpa efek samping apappun. Menurut saya pelembab ini memiliki dua fungsi yaitu sebagai alas bedak juga lho sebelum memakai bedak. Sebenarnya wardah pun mempunyai produk alas bedak, tetapi moisturizer cream ini sudah mencukupi juga sebagai alas bedak. (hehe,ini semua saya lakukan dalam rangka penghematan tentunya). Saya suka aroma moisturizer creamnya karena memilki wangi yang khas dan lembut untuk kulit wajah saya.


  • Compact powder yang tersedia dalam empat warna. Waktu itu, mba-mba yang jaga stand nya menganjurkan saya untuk memilih yang agak gelap. Mengapa? Biar serasi dengan kulit saya katanya?. Secara gak langsung saya tau ko, maksudnya mba. Hehe. Tetapi memang benar, compact powder dengan warna yang agak gelap bagus untuk wajah saya. Partikelnya yang halus, ringan dan aman dipakai membuat saya semakin percaya diri. Kandungan micronized dan oil control, menjadikan wajah saya semakin halus. Eits, yang laki-laki dilarang menyentuh yah? Hehe.

 


………………………………………............................................................................................                                             

“Al-Akhzu bil Akhwat”

……………………………………................................................................................................
Sekedar info, menjawab pertanyaan dalam diri saya, Mengapa kosmetik dengan  label halalnya tidak sebanyak dengan produk makanan? Apakah menetapkan halal-haramnya produk kosmetik lebih sulit dibandingkan makanan? Atau karena produk kosmetik yang berasal dari produk luar negeri sengaja enggan mencantumkan label halal, karena konsumen indonesia tidak begitu mempedulikan kehalalan suatu kosmetik?. Ini dia jawabannya dari web halalmui.org
 Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof.Dr.H. Hasanuddin AF, MA menyatakan bahwa para ulama MUI sependapat dalam menetapkan halal haramnya pangan, obat-obatan dan kosmetika didasari dengan prinsip “al-Akhzu bil akhwat” yang artinya prinsip lebih berhati-hati dalam menetapkan fatwa halal-haram  
Kaidah yang dijadikan sebagai pedoman oleh para ulama di MUI ini, berdasarkan dalam Hadits Nabi saw, yang diantaranya menyatakan, “Faman waqo’a fisy-syubuhat, waqo’a fil haram”. Ketentuan ini dikemukakan dalam sebuah hadits yang panjang, dengan makna: “Diriwayatkan dari Abu 'Abdillah An-Nu'man bin Basyir berkata,"Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya yang Halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan diantara keduanya ada perkara yang samar-samar, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, maka barangsiapa menjaga dirinya dari yang samar-samar itu, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya, dan barangsiapa terjerumus dalam wilayah samar-samar maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus ke dalamnya. Ingatlah setiap raja memiliki larangan dan ingatlah bahwa larangan Allah apa-apa yang diharamkan-Nya. Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.[H.R. Imam Bukhari no. 52, dan Imam Muslim no. 1599 

“Jadi jika terjadi syubhat, atau hal yang meragukan dari segi halal-haramnya, maka kami mengambil jalan diharamkan,” ujar Prof.Dr.H. Hasanuddin AF, MA . Dan ini juga sebagai kaidah kalau terjadi perbedaan pendapat, yakni dengan prinsip “al-Khuruj minal-Khilaf”, keluar dari perbedaan pendapat. Maksudnya, dengan prinsip kehati-hatian, maka perbedaan pendapat yang mungkin terjadi, dapat dikurangi dan dihilangkan. Ketika terjadi perbedaan pendapat antara halal dan haram, maka para ulama bersepakat untuk mengambil jalan diharamkan dengan tetap merujuk pada Al-Qur’an. Faktor inilah yang menjadi alasan mengapa kosmetik halal tidak sebanyak produk makanan dan minuman halal.

Dari sekian banyak kosmetik kecantikan untuk wanita yang tersebar di Indonesia, label halal dari LPPOM MUI terhadap produk kosmetik memang jarang ditemui, bahkan terkadang kita sebagai konsumen lalai memperhatikan label penting itu. 


Seperti yang telah saya uraikan di atas, bahwa kosmetik halal itu penting, mengingat syarat sah nya sholat yaitu suci dari najis. Bukan hanya sholat tentunya, thawaf, memegang Al-Qur’an dan membawa al-Qur’an pun menjadi hal yang perlu diperhatikan, mengingat syarat sahnya pun sama, yaitu suci dari najis.  Jadi, telitilah dalam memlilih produk kosmetik. Agar cantik mu itu pun halal tentunya. Dan tidak merugikan ibadah mu.




Ketika cantik bukanlah prioritas, bukan berarti wanita tidak boleh mempercantik dengan kosmetik. Cantik itu idaman memang. Ketika cantik bukanlah prioritas, ialah orientasi yang harus dimiliki wanita, untuk menjaga dirinya, dari fitnah.Ketika cantik bukanlah prioritas maka ia akan selalu ingat tua itu akan datang. Dan pasti datang secara alami, sekalipun ia menutupi dan menolaknya. Tua itu akan datang,kawan. Ketika cantik bukanlah prioritas, meskipun ia terlahir dengan fisik yang begitu mempesona, yakinilah, masih banyak aspek lain selain cantik mu untuk mendapat pasangan yang kau inginkan. Laki-laki itu akan selalu memilih wanita berdasarkan personal sifatnya, bukan sekedar cantiknya. Ketika cantik haruslah berkosmetik, maka wardah pilihan saya. Wardah, kosmetik halal, pesona wanita Indonesia.  


Sumber tulisan:

2 komentar:

  1. Keren, tulisannya gak cuma fokus terhadap wanita cantiknya aja, tapi juga halal-haram dan juga pandangan para ulama. Selain itu, manfaat dan mudhorot nya mengenai halal dan haram. Sip, keren Gusti..

    (Nurul Rahmawati)

    BalasHapus